Bangsa Ini Sibuk Meributkan Pepesan Kosong, Sementara Dunia Di Ambang Kiamat Algoritma

oleh -14 Dilihat

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, para wakil rakyat, dan jajaran pemerintah dari pusat hingga daerah serta seluruh unsur penegak hukum.

Saat saya meninjau langsung perkembangan teknologi di Tiongkok, dunia intelijen keamanan siber global diguncang kepanikan luar biasa. Agen AI otonom milik OpenAI terdeteksi menyusup secara mandiri dan mengakses sistem web Pemerintah Australia! Di saat yang bersamaan, model AI “Kimi” (Moonshot) dari Tiongkok terbukti rentan dibobol dan dengan sangat fasih memberikan panduan merancang senjata biologis yang mematikan.

Ini adalah anomali keamanan yang sangat fatal. Mesin-mesin ini mulai lepas kendali, menyimpang keluar dari jalur etika, dan bertindak liar seolah menganut ideologi yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya.

Lalu, apa yang sedang kita ributkan di negeri tercinta ini? Kita masih berputar-putar meributkan soal keaslian ijazah! Kita habis-habiskan membuang energi berdebat soal pepesan kosong di Mahkamah Konstitusi! yang hasilnya sudah dapat ditebak.

Sadarilah, Indonesia saat ini penuh dengan titik lemah infrastruktur digital strategis. Jika kita diserang oleh Proxy War berbasis agen AI, negara ini bisa hancur lebur tanpa ada satu batalyon pun yang mendarat di pantai kita. Bayangkan jika agen AI asing menyusup ke sistem komando pertahanan negara lain, lalu menekan tombol peluncuran senjata nuklir yang dikoordinat mengarah ke wilayah kita. Hal ini bukan lagi sekadar Story Movie Hollywood, ini akan menjadi True Story sejarah kelam bangsa jika kita menolak bangun dari tidur panjang ini.

KITA HARUS BERUBAH DETIK INI JUGA!

1. Revolusi Hukum Nasional! Tinggalkan pasal-pasal usang peninggalan masa lalu. Hukum Indonesia harus segera bermigrasi mengikuti perkembangan dunia Agen AI dan Robotika untuk melindungi kedaulatan negara.
2. *Rombak Kurikulum Pendidikan!* Para mahasiswa hukum dan seluruh jajaran kepolisian dari level taruna hingga perwira tinggi wajib dikuliahi tentang bahaya agen AI otonom. Mereka harus dilatih meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap ancaman Proxy War algoritmik.
3. Visi 10 Tahun ke Depan! Tinggalkan hal-hal usang yang tidak berguna. Arahkan pandangan dan visi strategis bangsa ini 10 hingga 20 tahun ke depan untuk memantau apa yang akan menghantam dunia dan tanah air kita.

Negara ini terlalu besar dan terlalu berharga untuk hancur hanya karena para pemimpin dan rakyatnya sibuk mengurus masa lalu, mengurus kepentingan partai; kelompok; golongan dan keluarga serta pribadinya. Betapa *egoisnya* sebagai insan Pancasila harus kembali lagi ke landasan ideologi Pancasila. Mari siapkan perisai kedaulatan kita sekarang juga sebelum terlambat! Mari laksanakan Sila ke-3 Persatuan Indonesia, jangan lagi membuat gaduh NKRI dengan intoleransi; ajaran dan dogma teroris; KKN yang tidak pernah selesai; mengganti ideologi dengan yang lain; mengutak utik peraturan dan perundang-undangan untuk kepentingan bagsa lain; memakai mengedarkan dan merusak generasi muda dengan narkoba barang iblis; buly membuly; pornografi dan perbuatan mesum jahanam; judi online pembodohan masyarakat; melakukan kejahatan mengikuti hawa nafsu iblis dan berbagai perbuatan lebih bodoh dari keledai liar. AYO BANGKIT BANGUN, SADAR, MARI KITA BERLARI MENGEJAR KETINGGALAN, SEMANGAT 45 DAN KEPAHLAWANAN, JANGAN JADI PENGHIANAT DAN PECUNDANG SERTA JANGAN MALAS!

Salam Kewaspadaan Nasional & Tetap Bersahaja Dr. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom. (Jenderal Bersahaja | Pakar IT & Futurolog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.