Jamaah Masjid Miftahussholihin Dusun Karanglo Gelar Sholawatan Peringati Maulid Nabi: Teladani Akhlak Sang Rahmat Semesta

oleh -143 Dilihat

MOJOKERTO ~ Suasana syukur dan kehangatan menyelimuti Dusun Karanglo, Desa Kembangtinggit, Kecamatan Pungging. Jamaah Masjid Miftahussholihin bersama warga setempat berkumpul untuk menggelar sholawatan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini bukan sekadar merayakan kelahiran beliau, melainkan mengajak seluruh umat untuk meneladani akhlak dan ajaran Sang Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

KELAHIRAN SANG PENGHULU NABI

Nabi Muhammad lahir di kota Makkah, hari Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (sekitar tahun 571 M). Beliau lahir dalam keadaan yatim — ayahnya Abdullah telah mendahului pergi ke alam baka saat beliau masih dalam kandungan ibunda tercinta, Aminah binti Wahb.

Para periwayat menceritakan kelahiran beliau disertai tanda-tanda kemuliaan: cahaya terpancar dari tubuhnya yang menerangi langit hingga ke negeri Syam, berhala-berhala di sekitar Ka’bah jatuh terguling, dan istana Kisra berguncang hebat seakan menyambut kedatangan Sang Utusan yang kelak akan mengangkat manusia dari perbudakan hawa nafsu menuju kemuliaan iman.

KISAH PELAJARAN: BAHKAN ABU LAHAB PUN BERSORAK

Satu kisah unik yang turut disampaikan dalam peringatan ini: saat berita kelahiran Nabi sampai kepada Abu Lahab, paman beliau yang kelak kafir dan menentang Islam, ia justru sangat gembira dan bangga. Beliau segera memerdekakan budak wanitanya, Suwaibah, sebagai ungkapan sukacita atas lahirnya putra saudaranya.

Namun kebanggaan itu hanya sebatas darah, bukan keimanan. Ketika Nabi diangkat menjadi Rasul, Abu Lahab menolak dan memusuhinya — hingga turun Surat Al-Lahab yang memastikan kebinasaannya.

“Bahagia atas kelahiran Nabi belum cukup. Yang menyelamatkan adalah mengikuti ajarannya, bukan sekadar bangga menjadi umatnya.”

PESAN PERINGATAN: MENELADANI, BUKAN SEKADAR MERAYAKAN

Sholawat yang dilantunkan beriringan, pesan utama yang menggema:

– Maulid adalah panggilan untuk meneladani — akhlak, kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW.
– Persatuan warga yang hadir adalah cerminan ajaran Nabi — menyatukan hati tanpa memandang perbedaan.
– Semoga cinta kepada Rasulullah bukan hanya di lantunan shalawat, melainkan terwujud dalam tingkah laku yang memuliakan sesama.

Shalawat serta salam semoga tercurah selalu kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, serta jamaah Masjid Miftahussholihin dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. ///

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.