Ledakan Gas Elpiji Hanguskan SPPG Mojokerto Puri Medali, 5 Orang Luka Luka, TMI Soroti Pentingnya SOP & Keselamatan Kerja

oleh

MOJOKERTO ~ Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Dusun/Desa Medali RT 6 RW 2, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, meledak dan terbakar hebat pada Kamis malam (13/8/2026) sekitar pukul 21.15 WIB. Ledakan diduga kuat dipicu oleh kebocoran gas pada tabung LPG yang sedang dalam pengecekan teknis.

Saat insiden terjadi, di dalam bangunan masih terdapat 13 orang: terdiri dari 8 relawan/pekerja perempuan, 1 orang office boy, 1 satpam, serta 3 teknisi gas elpiji yang sedang melakukan perawatan dan uji coba instalasi gas. Salah satu pekerja yang berada di ruang persiapan menceritakan detik-detik mengerikan peristiwa tersebut:

“Petugas bilang, ‘habis ini jangan kaget soalnya gasnya mau diuji.’ Kami menunggu, tapi tak terdengar suara aliran gas, tak ada bunyi mendesis sama sekali. Tiba-tiba… DUM!.. ledakan besar terjadi seketika. Semua runtuh, api langsung menjalar, suasana gelap dan penuh asap. Saya sempat jatuh, lalu berusaha merangkak keluar, tapi di depan pintu semuanya sudah runtuh dan terbakar.”

Akibat ledakan dahsyat tersebut, tiga teknisi gas mengalami luka bakar serius dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Sakinah. Sementara itu, dua pekerja perempuan mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa plafon bangunan yang runtuh, dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Gatoel.

Bangunan seluas ±7 × 20 meter persegi yang berfungsi sebagai dapur penyedia layanan program Makan Bergizi Gratis tersebut hangus terbakar hampir seluruhnya. Kerugian materiil masih dalam proses perhitungan resmi.

Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) BPBD Kabupaten Mojokerto bersama unit PMK Gama segera dikerahkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api setelah berupaya keras selama lebih dari satu jam. Turut hadir di lokasi: tim Inafis Polres Mojokerto, Camat Puri, jajaran Polsek dan Koramil setempat, PMI, perangkat desa, relawan, serta ratusan warga yang membantu proses evakuasi dan pengamanan.

Menanggapi peristiwa ini, Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Mojokerto Raya, Gus Hari, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan keselamatan kerja.

“Kami sangat berharap SOP keselamatan kerja benar-benar dijalankan dengan ketat. Terutama untuk dapur SPPG, harus tersedia minimal tiga pintu akses sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang berlaku, demi kelancaran jalur evakuasi jika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran. Intinya: SOP harus dan wajib dilaksanakan demi melindungi nyawa dan keselamatan seluruh pekerja.”

Pihak kepolisian bersama tim gabungan saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kebocoran gas serta menaksir total kerugian akibat peristiwa ini.
(Tim Media)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.