MOJOKERTO — Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Mojokerto Raya, Gus Hari, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus sikap tegas terkait insiden pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Gus Hari menegaskan, program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto bertujuan mulia: mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan kuat melalui pemenuhan gizi berkualitas.
“Kami dari Tani Merdeka Indonesia selalu mengawasi jalannya program-program Bapak Prabowo, khususnya di bidang pertanian, perikanan, peternakan, serta program makan bergizi gratis. Kalau ada mitra MBG yang hanya mementingkan keuntungan semata, kami tidak segan-segan melaporkannya ke Badan Gizi Nasional (BGN) dan meminta agar kemitraannya dihentikan,” tegas Gus Hari, mengutip arahan Ketua Pembina TMI, Mas Sudariyono, serta Ketua Penasihat yang juga Presiden Prabowo Subianto.
Gus Hari menyoroti praktik yang selama ini banyak terjadi di lapangan: mitra MBG cenderung memperoleh bahan pangan dari pihak kedua atau ketiga, sehingga kesegaran dan kualitas bahan pangan tidak terjamin, sementara potensi ekonomi justru bocor ke luar. Padahal, seharusnya mitra MBG bermitra langsung dengan petani, peternak, dan nelayan setempat — agar menu yang disajikan benar-benar segar, bergizi tinggi, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat desa secara langsung.
“Kami meminta seluruh mitra pelaksana MBG di wilayah Mojokerto dan sekitarnya untuk bekerja sama dengan petani dan peternak lokal. Ambil langsung dari sumbernya, sehingga anak-anak mendapat bahan pangan terbaik dan paling segar. Jangan hanya mengambil dari penyalur berantai yang ujung-ujungnya merugikan kualitas gizi anak sekaligus menyingkirkan petani lokal dari rantai manfaat program,” tambah Gus Hari.
TMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program MBG agar tetap berada di jalur yang benar — sesuai dengan cita-cita Presiden Prabowo: mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus menyejahterakan para produsen pangan lokal. Pengawasan ini akan dilakukan secara berkelanjutan di seluruh titik pelaksanaan MBG di wilayah Kabupaten Mojokerto dan sekitarnya.
Bagi mitra yang tetap memprioritaskan keuntungan di atas kualitas gizi anak dan tidak mau berbenah, TMI memastikan akan menempuh langkah tegas sesuai prosedur, termasuk melaporkan secara resmi kepada BGN untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
(Tim Media)







