MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Pemerintah Daerah dengan Dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tertinggi untuk Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Penghargaan ini diterima dalam ajang Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal warga.
Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al-Barra, Lc., M.Hum., menyampaikan rasa syukur mendalam atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, kita berhasil meraih penghargaan dalam kategori ini. Capaian ini bukan sekadar simbol, melainkan menjadi motivasi kuat bagi kami untuk terus menghadirkan hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penghargaan ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memprioritaskan kesejahteraan perumahan warga. Selama ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto secara konsisten mengalokasikan dana dari APBD untuk mendanai renovasi dan perbaikan rumah-rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan huni.
“Program ini didukung sepenuhnya melalui anggaran daerah. Kami secara khusus menganggarkan dana untuk memperbaiki dan merenovasi rumah-rumah tidak layak huni yang dimiliki warga kurang mampu. Berkat upaya yang terus kami lakukan, akhirnya Alhamdulillah mendapatkan pengakuan dan penghargaan ini,” tambah Bupati Al-Barra.
Meski telah meraih penghargaan, ia menegaskan bahwa upaya perbaikan perumahan ini tidak akan berhenti. Bupati menyadari bahwa masih banyak warga yang membutuhkan bantuan serupa, sehingga pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program.
“Semoga program renovasi rumah tidak layak huni ini dapat terus kami tingkatkan. Kebutuhan masih sangat banyak, dan kami bertekad agar manfaatnya bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Bersama-sama, kita wujudkan kesejahteraan yang lebih baik bagi Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. (ri)
