Teks foto: Aba Johan bersama jajaran panitia kurban Idul Adha LDII Mojokerto, bersemangat usai menyelesaikan proses pembagian daging kurban ke masyarakat.
MOJOKERTO – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / tahun 2026 Masehi, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) wilayah Kabupaten Mojokerto kembali melaksanakan tradisi mulia penyembelihan dan penyaluran ratusan hewan kurban, yang disalurkan secara merata kepada masyarakat luas, kaum dhuafa, fakir miskin, serta para santri di berbagai wilayah.
Kegiatan ini dilaksanakan serentak di sejumlah masjid, musala, dan pondok pesantren yang berada di bawah naungan LDII Mojokerto, tepat setelah pelaksanaan sholat Ied Idul Adha. Seluruh hewan kurban berupa sapi dan kambing ini terkumpul sepenuhnya melalui dana swadaya dan partisipasi aktif dari seluruh warga LDII, tanpa bantuan pihak luar, dan disalurkan secara terbuka tanpa membedakan golongan maupun latar belakang.
Ketua DPD LDII Kabupaten Mojokerto, Drs. Djohan, SH, MM, atau yang akrab disapa Aba Johan, menjelaskan bahwa kegiatan kurban ini merupakan wujud nyata kepatuhan menjalankan syariat agama sekaligus bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Tujuan utamanya adalah memeratakan kesejahteraan, memastikan seluruh lapisan masyarakat —terutama yang kurang mampu— tetap bisa merasakan nikmatnya daging di hari raya, serta menebarkan kebahagiaan dan rasa syukur atas rezeki yang telah Allah SWT berikan.
“Alhamdulillah, Idul Adha tahun 2026 ini sangat barokah. Melalui swadaya warga LDII, kami berhasil menghimpun ratusan ekor sapi dan puluhan ekor kambing untuk dikurbankan. Semangat warga dalam berbagi terus meningkat setiap tahunnya. Ini bukti nyata keinginan kami untuk berbagi kebahagiaan dan membantu sesama, sesuai ajaran agama,” ujar Aba Johan didampingi para panitia kurban.
Selain semangat berbagi, pihaknya juga menekankan aspek keamanan, kebersihan, dan kesesuaian syariat. Mulai dari proses penyembelihan, pengolahan, hingga pembagian daging dilakukan secara higienis, mengikuti standar kesehatan, serta ketentuan syariat Islam yang berlaku. Seluruh panitia yang bertugas juga disiplin menjaga sanitasi dan kebersihan di lokasi pemotongan agar masyarakat yang menerima daging merasa aman dan nyaman.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh daging kurban kami distribusikan ke masyarakat di sekitar lingkungan masjid, musala, hingga pondok pesantren kami. Semoga langkah kecil ini menjadi amal jariyah dan membawa manfaat luas bagi warga Mojokerto,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti keberlanjutan kepedulian sosial LDII Mojokerto, yang setiap tahunnya rutin menjadikan momen Idul Adha sebagai sarana mempererat persaudaraan antarumat beragama dan memperkokoh nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
(har/Gun).









