MOJOKERTO — Majelis Yasin 41 yang digagas oleh KH. Afan Faizin, M.Pd., dosen di salah satu perguruan tinggi swasta Surabaya, terus menunjukkan konsistensi dan keistiqomahannya. Telah berjalan selama 10 bulan tanpa henti, majelis ini rutin menggelar kegiatan doa bersama dan pembacaan Surat Yasin setiap hari, membawa pesan mendalam: “Berangkat dari kesadaran emosional menuju kesadaran spiritual”.
Pada malam ini, kegiatan rutin Majelis Yasin 41 digelar secara khusus di kediaman Abah Haji Dimyati, Desa Prambon, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Acara ini diselenggarakan dalam rangka haul Almarhumah Ibu Hajjah Suyanik, ibu kandung dari KH. Afan Faizin, M.Pd. Hadir sekitar 60 orang anggota majelis yang berkumpul di Jalan Mangga RT 4 RW 2, guna mendoakan almarhumah sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
Dalam wawancaranya, KH. Afan Faizin mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan majelis yang ia rintis. “Alhamdulillah, perjalanan Majelis Yasin 41 ini sudah berjalan sekitar 10 bulan. Insyaallah pada tanggal 8 Agustus nanti, tepat genap satu tahun usianya, dan kami berencana memperingati momen tersebut dengan kegiatan yang lebih besar dan bermanfaat,” ungkapnya.
Selain kegiatan rohani, Majelis Yasin 41 juga aktif bergerak di bidang sosial-keagamaan. Berkat dukungan para dermawan dan sumbangan anggota, majelis ini telah berhasil mengumpulkan dana untuk membeli dua ekor kambing kurban. Rencananya, satu ekor kambing akan diserahkan ke masjid terdekat pada hari Rabu mendatang. Sedangkan satu ekor lainnya akan disembelih dan dimasak untuk kegiatan akbar majelis yang dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat Legi, bertempat di Balai Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging.
“Semata-mata kegiatan ini kami laksanakan untuk beribadah dan berdoa kepada Allah SWT. Melalui wasilah Fatihah dan Yasin, kami memohon keselamatan, kesehatan, serta keberkahan. Kami berdoa agar diberikan keturunan yang mulia derajatnya, panjang umur dalam ketaatan, serta rezeki yang banyak, halal, dan berkah,” jelas KH. Afan Faizin di hadapan para jamaah.
Ia kembali menegaskan filosofi dasar berdirinya majelis ini, bahwa setiap langkah dan pertemuan memiliki makna mendalam bagi pembentukan jiwa umat. “Majelis Yasin ini berangkat dari kesadaran emosional, rasa cinta, rindu, dan kebersamaan, untuk kemudian diarahkan menuju kesadaran spiritual yang hakiki, yakni ketaatan dan keterikatan hati hanya kepada Allah SWT,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, KH. Afan Faizin berharap seluruh anggota dan simpatisan Majelis Yasin 41 senantiasa diberi kekuatan untuk tetap istiqomah dalam kebaikan, sehingga setiap pertemuan dan doa yang dipanjatkan menjadi ladang pahala dan keberkahan bagi semua.
